indosiar.com, Solo – Bila anda memiliki kertas koran bekas jangan buru – buru dibuang dulu, sebab kertas koran tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat barang kerajinan yang unik, seperti yang dilakukan seorang warga Solo, Jawa Tengah.

Anda pasti tidak mengira bahwa aneka kerajinan tas unik ini dibuat hanya dari kertas koran. Namun itulah yang dilakukan Siti Aminah warga Kadipira, Solo. Dengan mengilin dan menganyam guntingan kertas koran, Aminah mengubah barang tidak berguna ini menjadi aneka kerajinan, seperti tas, dompet, kap lampu, tempat tissue, keranjang buah dan sebagainya.

Prinsip dasar dari kerajinan ini adalah anyaman prosesnya diawali dengan membuat potongan kertas koran sedemikian rupa, kemudian merendamnya dalam air. Setelah kering, kertas dipilih dan dianyam sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Misalnya tas, tempat tissue, keranjang buah dan dompet.

Untuk memperindah aksen, aneka kerajinan ini bisa diberi warna. Siti Aminah mengaku karyanya banyak tersebar diberbagai kota, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali. Kerajinan ini bahkan di export kesejumlah negara di Asia dan Eropa.

Seorang konsumen Riska mengaku, memilih membeli tas ini karena unik dan exklusif. Meski hanya terbuat dari kertas koran, namun gadis ini merasa tetap percaya diri. Harga aneka kerajinan ini pun sangat variatif mulai dari 25 ribu rupiah hingga 200 ribu rupiah, tergantung bentuk dan ukurannya. Selain bisa dipakai sehari – hari, kerajinan ini juga bisa untuk penghias ruangan. (Ganuk Nugroho Adi/Dv/Ijs)

Lukisan 3D dari Koran Bekas  

Yudhi Wibowo

27/09/2010 05:35

Liputan6.com, Bekasi: Koran bekas biasanya dibuang begitu saja atau dijual secara kiloan. Namun, di tangan Sumarsono dari Kranggan, Bekasi, Jawa Barat, limbah koran menjadi komoditi cantik yang ramah lingkungan. Dia bisa menciptakan lukisan tiga dimensi yang terbuat dari bubur kertas.

Sejak awal Sumarsono sudah merencanakan untuk hanya menggunakan bahan yang ramah lingkungan dalam menciptakan karyanya. Untuk itu dia mengumpulkan bahan baku berupa koran bekas. Dia juga memilah-milah hanya dan hanya menggunakan kertas koran yang tidak mengandung minyak.

Kertas-kertas bekas itu kemudian direndam dengan air selama dua hari. Hasilnya kemudian dihancurkan menjadi bubur kertas. Bahan ini lalu dicampur dengan lem dan semen putih.

Pada saat bersamaan, Sumarsono juga membuat desain lukisan 3D yang nanti akan menjadi dasar dari lukisannya. Setelah bentuk sesuai dengan desain dan dikeringkan, bubur kertas pun diaplikasikan ke lukisan tersebut. Tak lupa ditambahkan cat warna untuk mendapatkan karakter dari lukisan 3D ini. Setelah dikeringkan jadilah sebuah karya lukisan 3D yang ramah lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan.

Kini, dengan terus bertambahnya pesanan, Sumarsono pun mulai menambah karyawannya. Sumarsono berharap hasil karya dari limbah yang diciptakannya ikut mengurangi kerusakan lingkungan saat ini.(ADO)

Sumarsono WH
Jalan Raya Kranggan No.11 Jatisampurna
Pondok Gede, Bekasi
Jakarta 17433
HP:0813-828-56069