Kelompok Kerajinan Seruni Rajin Kreasikan Limbah “INI hasil karya kami,” kata Mul­yoati Soetikno, anggota senior Ke­lom­pok Kerajinan Seruni, sambil me­nunjukkan beragam kerajinan tangan. Misalnya, taplak, tas dari kain batik, dompet manik-manik, pigura karton bekas, dan hantaran dari karton bekas. Menurut perempuan 63 tahun itu, semua kerajinan tersebut dibuat sendiri oleh kelompoknya. Tapi, pembuatannya tidak difokuskan di satu lokasi. Artinya, setiap anggota dapat membuat keterampilan di rumah masing-masing. Kalau kreasi sudah jadi, baru ditunjukkan kepada anggota yang lain. “Kalau ada yang kurang atau tidak bisa, kami saling membantu,” jelasnya. Menurut Mul, kelompok yang membuat banyak kerajinan dari bahan limbah daur ulang tersebut baru berumur setahun. Jika sudah ber­kumpul untuk membuat kera­jinan, mereka berkonsentrasi mela­ku­kannya. “Tidak hanya berkumpul untuk guyonan,” ujar wanita kela­hiran Surabaya tersebut. Bahkan, mereka yang awalnya terdiri atas delapan orang itu kini beranggota 20 orang. Anggota mu­­da bermunculan. “Semuanya menyenangi kerajinan,” tutur nenek empat cucu tersebut. Apalagi, tidak ada kewajiban untuk berkumpul pada hari tertentu. “Biasanya, saya membuat kerajinan ya malam setelah bekerja,” kata Sri Asmaningsih. Meski sedang menonton tele­vi­si, dia tetap bisa produktif meng­hasilkan barang kerajinan yang dapat digunakan sebagai pajangan, bahkan dijual. “Daripada nonton televisi terus ngantuk, lebih baik bekerja lagi,” ungkap nenek seorang cucu tersebut. Wanita 55 tahun itu mengaku su­dah menguasai puluhan kerajinan tangan. “Telaten,” ujarnya tentang kunci pembuatan kerajinan. “Mi­sal­­nya, kotak dari sapu lidi yang dijahit dengan benang. Kita harus teliti dan telaten kan?” kata Mulyoati. Meski demikian, dia sering ”ke­hilangan” benang karena tidak pas me­ma­sukkan ke lubang jarum. “Pera­saan, benangnya sudah saya ma­sukkan. Eee ternyata belum ma­­suk ke lubangnya,” ujarnya lan­tas terta­wa. “Maklum, sudah tua,” sam­bungnya. Meski kejadian itu terjadi beberapa kali, dia tidak kapok untuk terus berkarya. (may/c12/nda) Fientje Suwandi Tinggalkan Kerja Demi Bika Ambon Lebih Cocok Promosi dari Mulut ke Mulut TAK hanya bermodal nekat. Fientje Suwandi meyakini, kesuksesan dan keberaniannya membuka usaha berka … HALAMAN KEMARIN * Membaca Pendukung Aktivitas * Berawal dari Gereja * Liburan, Praktik Keterampilan * Guru Ingat Nama Murid * Kuncinya, Saling Dukung dan Komunikasi * Arisan untuk Makan-Makan * Tak Batasi Diri Terima Curhat * Seangkatan Didominasi Laki-Laki * Ternak Ayam Pendukung Sukses * Melayat, Momen Saling Mengakrabkan