Menghargai Sampah

SP/Adi Marsiela

Dompet dengan aksesori kaset bekas menjadi salah satu produk yang dipamerkan di “Crafty Days#2: Recycle Attack” di Toko Buku Kecil (Tobucil).

Sekelompok anak muda Bandung mengajak masyarakat lebih menghargai sampah dengan cara berbeda. Wacana pemanasan global

dan perubahan iklim tidak menjadi isu utama. Malah, sampah itu sendiri yang jadi inspirasi untuk berbuat lebih baik untuk lingkungan.

Syalita Fawnia dan Pingkan Shinta misalnya, mencoba memberi nilai lebih dari kaset-kaset bekas. Dengan mengusung nama Kaen Tilas yang artinya kain bekas itu, mereka rangkai kaset-kaset itu dengan kain perca sisa sehingga menjadi dompet yang cukup unik bentuknya.

Tidak hanya itu, sesuai nama yang diusungnya, dua perempuan berusia 29 tahun ini juga membuat boneka berbentuk bebek dan binatang lainnya dari kain-kain sejenis. “Bahan kainnya, kita dapat dari penjahit yang sama tempat konveksi. Sekali dikasih, biasanya satu karung besar,” kata Syalita.

Iklan